Menjaga Kesehatan Jantung: Kenali Risikonya dan Terapkan Pola Hidup Sehat
Jantung merupakan salah satu organ vital yang memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan tubuh. Jantung bekerja memompa darah ke seluruh tubuh sehingga oksigen dan zat gizi dapat didistribusikan ke berbagai organ.
Namun, kesehatan jantung dapat terganggu oleh berbagai faktor. Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke, merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. WHO menyebut sebagian besar penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi.
Apa Itu Penyakit Jantung?
Penyakit jantung merupakan kelompok kondisi yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Beberapa di antaranya adalah penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, penyakit jantung rematik, gagal jantung, serta kondisi lainnya.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung antara lain tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, merokok, obesitas, dan kurang aktivitas fisik.
Faktor Risiko Penyakit Jantung
Beberapa faktor risiko dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
1. Merokok
Merokok dan paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Zat berbahaya dalam asap rokok dapat memengaruhi pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Karena itu, berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.
2. Kurang Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung. Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kebugaran tubuh dan mendukung pengendalian berat badan.
WHO memasukkan kurangnya aktivitas fisik sebagai salah satu faktor perilaku utama yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
3. Pola Makan Tidak Sehat
Pola makan yang tinggi garam, gula, lemak tidak sehat, serta rendah buah dan sayuran dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.
Pola makan sehat sebaiknya mengutamakan makanan yang beragam dan bergizi, termasuk sayur, buah, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang sesuai, sekaligus membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak tidak sehat.
4. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penting penyakit kardiovaskular. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi pada jantung dan pembuluh darah.
Karena hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan.
5. Kolesterol dan Gula Darah Tinggi
Kadar kolesterol dan gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor-faktor tersebut dapat diperiksa melalui pelayanan kesehatan sehingga masalah dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
WHO menyebut tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kadar lemak darah yang tidak normal, serta kelebihan berat badan atau obesitas sebagai faktor risiko metabolik yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
Cara Menjaga Kesehatan Jantung
Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan perilaku CERDIK, yaitu:
C — Cek kesehatan secara teratur
Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta faktor risiko lainnya.
E — Enyahkan asap rokok
Hindari rokok dan paparan asap rokok.
R — Rajin berolahraga
Lakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
D — Diet yang seimbang
Konsumsi makanan bergizi seimbang dan batasi makanan yang tinggi garam, gula, serta lemak tidak sehat.
I — Istirahat yang cukup
Berikan tubuh waktu istirahat yang cukup dan berkualitas.
K — Kelola stres
Kelola stres dengan cara yang sehat, misalnya melakukan aktivitas yang menyenangkan, berolahraga, berinteraksi dengan keluarga atau teman, serta mencari bantuan profesional apabila diperlukan.
Jangan Menunggu Sakit untuk Memeriksa Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit jantung. Beberapa faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol atau gula darah yang meningkat, dapat tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal.
Dengan melakukan pemeriksaan, faktor risiko dapat diketahui lebih dini sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing. WHO juga menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Kenali Tanda Bahaya Serangan Jantung
Serangan jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis. Salah satu tanda yang dapat muncul adalah rasa nyeri atau tidak nyaman di bagian tengah dada. Gejala lain dapat menyertai, sehingga apabila muncul keluhan yang mengarah pada serangan jantung, seseorang perlu segera mendapatkan pertolongan medis.
Jangan menunda mencari pertolongan ketika muncul gejala yang mengarah pada serangan jantung.
Jantung Sehat Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya dilakukan ketika sudah mengalami penyakit. Pencegahan dapat dimulai sejak dini melalui kebiasaan sederhana: tidak merokok, aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan, memantau tekanan darah dan faktor risiko lainnya, cukup beristirahat, serta mengelola stres dengan baik.
Mari jadikan kesehatan jantung sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
❤️ Jaga Jantung, Jaga Kehidupan
Cek kesehatan secara rutin.
Enyahkan asap rokok.
Rajin beraktivitas fisik.
Konsumsi makanan bergizi seimbang.
Istirahat cukup dan kelola stres.
UPTD Puskesmas Mentarau
Bersama Mentarau, Sehatkan Negeri
Sumber Terpercaya
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Cegah Penyakit Jantung dengan Menerapkan Perilaku CERDIK dan PATUH.
- Portal Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI — Penyakit Jantung.
- World Health Organization (WHO) — Cardiovascular Diseases, diperbarui 31 Juli 2025.
- World Health Organization (WHO) — Healthy Diet, diperbarui 26 Januari 2026.
