Posyandu ILP Tiban Indah 3
Posyandu ILP Tiban Indah 3: Fokus pada Pemantauan Gizi Balita dan Skrining Penyakit Tidak Menular
BATAM – Dalam upaya memperkuat sistem kesehatan berbasis masyarakat, Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Tiban Indah 3 kembali menyelenggarakan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi warga pada Senin, 3 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Tiban Indah 3 ini dikawal oleh tim petugas kesehatan yang terdiri dari Wina, Erlina, Rezhy, dan Rozen. Pelayanan kali ini mencakup dua fokus utama: pemantauan status gizi bayi-balita serta skrining kesehatan bagi warga usia produktif dan lansia.
Pemantauan Intensif Tumbuh Kembang Balita
Sebanyak 26 bayi dan balita hadir untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 7 balita telah mendapatkan layanan imunisasi sesuai jadwal. Untuk menjamin akurasi data, tim petugas memastikan setiap kunjungan tercatat dalam sistem digital. Sebanyak 7 data berhasil diinput ke aplikasi E-Pus (E-PPGBM), sementara pada aplikasi ASIK, 6 data berhasil diinput dan 1 data masih dalam proses sinkronisasi akibat kendala teknis.
Selain pemeriksaan rutin, tim memberikan perhatian khusus pada status gizi anak-anak di wilayah ini. Berdasarkan hasil pengukuran, ditemukan:
- 3 anak dengan kategori berat badan kurang (BB/U).
- 1 anak dengan kategori sangat pendek/stunting (TB/U).
- 2 anak dengan risiko berat badan lebih.
Sebagai bentuk tindak lanjut, petugas melakukan pendampingan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) melalui metode recall kepada 9 orang tua. Hasilnya, 7 orang telah memberikan MPASI dengan menu beragam, sementara 2 lainnya diberikan edukasi intensif mengenai pentingnya variasi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Skrining Faktor Risiko PTM pada Uspro dan Lansia
Layanan ILP di Tiban Indah 3 juga menyasar kelompok dewasa. Tercatat sebanyak 20 warga usia produktif (Uspro) dan 9 lansia mendapatkan layanan skrining kesehatan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM).
Hasil skrining menunjukkan beberapa temuan yang memerlukan perhatian dan perubahan gaya hidup, di antaranya:
- 8 orang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi (Hipertensi).
- 2 orang dengan kadar gula darah tinggi.
- 2 orang dengan asam urat tinggi.
- 3 orang dengan kolesterol tinggi.
Kepada warga tersebut, tim medis langsung memberikan konseling kesehatan mengenai pola makan serta pentingnya aktivitas fisik secara teratur. Temuan ini menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya deteksi dini guna mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius di masa depan.
